Sabtu, 22 Oktober 2011

PENALARAN INDUKTIF


Penalaran Induktif

Penalaran induktif merupakan penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain simpulan yang diperoleh tidak boleh khusus dari pada pernyataan (premis). Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari proses tersebut, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.
Disini saya akan mencoba mengulas tentang penalaran induktif terlebih dahulu, yang telah saya pelajari penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus atau biasa disebut khusus-umum. Adapun jenis-jenis penalaran induktif terbagi menjadi 3 macam yaitu generalisasi, analogi, dan klausal, akan dijelaskan lebih lanjutnya.

1. Generalisasi
Adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Dalam generalisasi terbagi juga menjadi tanpa loncatan induktif, dan dengan loncatan induktif.
Contoh dari generalisasi
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Tiga cara pengujian untuk menentukan generalisasi:
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?

2. Analogi
Adalah cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama atau persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain.
Dari analogi kita dapat membedakannya menjadi beberapa macam :
a. Analogi meramalkan kesamaan
kehidupan ini seperti bola yang berputar.
Bola itu bundar seperti bumi yang bulat dan berputar.
b. Analogi menyingkapkan kekeliruan
Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
c. Analogi Klasifikasi
Contoh
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.



3. Klausal
penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
1) Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2) Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
3) Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.

Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah.
Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar.
Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.
Beberapa bentuk penalaran induktif adalah sebagai berikut :
• Generalisasi adalah proses yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapat simpulan yang bersifat umum.
Contoh :
Jika dipanaskan besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai.
Jadi, jika dipanaskan logam memuai.
• Analogi adalah cara penarikan penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh :
Nina adalah lulusan akademi A.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan akademi A
Oleh sebab itu Ali dapat menjelaskan tugasnya dengan baik.
• Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Tombol ditekan akibatnya bel berbunyi.


Senin, 17 Oktober 2011

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.

v     Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh :
Sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.
Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)
            Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, bukum, teori atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal ataupun gejala. Berdasarkan atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus yang merupakan bagian dari hal atau gejala di atas. Dengan kata lain, penalaran deduktif bergerak dari sesuatu yang umum kepada yang khusus.
Deduksi dimulai dengan suatu premis yaitu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Kesimpulannya merupakan implikasi pernyataan dasar itu. Artinya apa yang dikemukakan di dalam kesimpulan secara tersirat telah ada di dalam pernyataan itu..
Jadi sebenarnya proses deduksi tidak menghasilkan suatu pengetahuan yang baru, melainkan pernvataan kesimpulan yang konsisten dengan pernyataan dasarnya. Sebagai contoh. kesimpulan-kesimpulan berikut sebenarnya adalah implikasi permintaan “Bujur sangkar adalah segi empat yang sama sisi”.
(1) Suatu segi empat yang sisi-sisi horisontalnya tidak sama panjang dengan sisi tegak lurusnya bukan bujur sangkar.
(2) Semua bujur sangkar harus merupakan segi empat, tetapi tidak semua segi empat merupakan bujur sangkar.
(3) Jurnlah sudut dalam bujur sangkar ialah 360 derajat.
(4) Jika scbuah bujur sangkar dibagi dua dengan garis diagonal akan terjadi dua segi tiga sama kaki.
(5) Segi tiga yang terbentuk itu merupakan segi tiga siku-siku.
(6) Setiap segi tiga itu mempunyai dua sudut lancip yang besarnya 45 derajat.
(7) Jumlah sudut dalam segi tiga itu 180 derajat.
Setiap pernyataan yang tercantum itu merupakan cara lain untuk meng-ungkapkan pernyataan di atasnya secara konsisten. Pernyataan (2) merupakan implikasi pernyataan (1), pernyataan (3) merupakan implikasi pernyataan (2), dan seterusnya. Di sinilah letak perbedaannya dengan penalaran induktif. Dalam penalaran induktif kesimpulan bukan merupakan implikasi data yang diamati; artinya, kesimpulan mengenai fakta-fakta yang diamati tidak tersirat di dalam
fakta itu sendiri.
Dalam praktek, proses penulisan tidak dapat dipisahkan dari proses pemi-kiran/penalaran. Tulisan adalah perwujudan hasil pemikiran/penalaran. Tulisan yang kacau mencerminkan pemikiran yang kacau. Karena itu, latihan ke-terampilan menulis pada hakikatnva adalah pembiasaan berpikir/bernalar secara tertib dalarn bahasa yang tertib pula.
Macam-macam dari penalaran deduktif adalah :
Silogisme
Suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga. Dengan kata lain silogisme dapat di bentuk dengan dengan rangkaiian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat (premis) dan 1 kesimpulan (konklusi).
Kriteria silogisme sebagai barikut :
Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
Permis Khusu (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)
Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
Jenis dan contoh Silogisme
1.    Silogisme Penggolongan
PU : AB
PK : CA
K   : CB
Entimem: K karena PK
Contoh
PU     : Setiap murid yang masuk kelas unggulan pintar.
PK    : Rani murid kelas unggulan.
K       : Rani murid yang pintar.
Entimem: Rani pintar karena rani masuk kelas unggulan.
2.    Silogisme pemilihan
PU   : ABC
PK     : A tidak ingin B
K     : A ingin C
Entimem : K karena PK
Contoh:
PU  : Deni ingin pergi ke bandung atau ke bali.
PK    : Deni tidak ingin ke bandung.
K     : Deni ingin ke bali.
Entimem : Deni ingin pergi ke bali karena tidak ingin ke bandung.
3.    Silogisme pengandaian
PU    : Jika A tidak B, A C
PK     : A B
K     : A tidak C
Entimem : K karena PK
Contoh: PU    : Jika Lukman tidak pergi ke sekolah, Lukman akan dimarahi ayah.
PK    : Lukman pergi ke sekolah.
K   : Lukman tidak dimarahi ayah.
Entimem : Lukman tidak dimarahi ayah karena Lukman pergi ke sekolah.
Entinem
Adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Entinem berasal dari kata Enthymeme, enthymema (Yunani) yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’
Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.

Membuat surat lamaran pekerjaan


SURAT LAMARAN KERJA

Membuat surat lamaran pekerjaan:
            Kemampuan membuat surat lamaran kerja dan riwayat hidup sangat diperlukan oleh setiap angkatan kerja, terlebih lagi buat para lulusan perguruan tinggi baru (fresh graduates). Membuat surat lamaran kerja dan riwayat hidup merupakan langkah awal seorang calon professional mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Surat lamaran kerja pada dasarnya merupakan surat permohonan untuk dipertimbangkan untuk mendapatkan pekerjaan.
            Surat lamaran kerja haruslah dapat menjual, karena mewakili diri sendiri dihadapan pihak pemberi kerja. Surat lamaran kerja harus disertai resume atau riwayat hidup sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Riwayat hidup berisi tentang uraian data pribadi, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, aktifitas sosial, penghargaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan informasi mengenai riwayat diri yang berkaitan dengan dunia profesional.
            Seperti halnya surat lamaran kerja, riwayat hidup mewakili diri kita sendiri. Menjelaskan gambaran mengenai siapa kita secara professional. Riwayat hidup yang baik adalah yang bersifat informatif, jelas, dapat menggambarkan diri secara positif dan jujur, sehingga diharapkan dapat “menjual”. Untuk itu dengan pembahasan topik ini para mahasiswa dapat mempunyai nilai tambah dan sebagai bekal dalam melakukan lamaran kerja sehingga mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk diterima.

            Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan untuk melamar pekerjaan dan biasanya dilengkapi dengan riwayat hidup. Dalam surat lamaran kerja yang harus anda tulis dan jelaskan adalah kemampuan–kemampuan yang dimiliki oleh pelamar sesuai dengan posisi atau jabatan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam surat lamaran anda hanya menuliskan poin-poin penting yang sesuai dengan persyaratan pekerjaan. Dalam menulis surat lamaran juga dapat dilakukan dengan pendekatan AIDA, yaitu: Attention, Interest, desire, dan Action, dengan perincian sebagai berikut:

1. Attention (perhatian). Prinsip pertama dalam penulisan surat lamaran adalah menarik perhatian artinya pelamar kerja harus dapat meyakinkan kepada pembaca bahwa anda memiliki sesuatu yang bermanfaat atau dapat menumbuhkan rasa tertarik bagi pembacanya.

2. Interest (menarik) Prinsip kedua dalam penulisan surat lamaran kerja adalah interest (menarik) artinya bahwa dalam penulisan surat lamaran kerja harus dapat menarik perhatian pembaca dengan menjelaskan relevansi pesan-pesan yang anda sampaikan dalam surat lamaran kerja kepada pembaca. Maksudnya pelamar
menjelaskan relevansi kemampuan yang dimiliki dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

3. Desire (hasrat) Prinsip ketiga dalam penulisan surat lamaran kerja adalah desire (hasrat) artinya bahwa dalam penulisan surat lamaran kerja anda harus dapat menumbuhkan hasrat pembaca untuk dapat mengetahui lebih jauh terhadap apa yang sudah pelamar tuliskan dalam surat lamaran kerja.

4. Action (tindakan) Prinsip ke empat dalam penulisan surat lamaran kerja adalah action (tindakan) artinya bahwa dalam penulisan surat lamaran kerja pelamar harus dapat memberikan saran kepada pembaca untuk mengambil suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan harapan pelamar kerja dalam menulis surat lamaran kerja. 1. Pengorganisasian Surat Lamaran Kerja Secara umum pengorganisasian penulisan surat lamaran kerja memiliki tiga bagian utama, yaitu: paragraf pembuka, paragraf pertengahan dan paragraf penutup. Masing-masing paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Paragraf pembuka Surat lamara kerja harus menyatakan secara jelas bahwa anda sedang melamar suatu pekerjaan, karenanya dalam surat lamaran anda perlu mengidentifikasikan jenis pekerjaan yang anda minati. Surat lamaran yang baik perlu mencamtumkan hal-hal sebagai berikut dalam bagian pembukaannya:
a. Rangkuman Pada bagian awal surat lamaran kerja kemukakan kualifikasi yang anda miliki, yang paling relevan dengan jabatan atau posisi yang diinginkan dan jelaskan
b. Cuplikan berita Dalam kalimat pembuka anda dapat mengambil cuplikan berita surat kabar atau majalah dimana suatu perusahaan sedang merencanakan membuka kantor cabang atau memperkenalkan produk baru atau memerlukan tenaga operator dan sebagainya.

2) Paragraf pertengahan Dalam paragraf pertengahan anda perlu menyajikan kualifikasi diri anda untuk suatu pekerjaan yang anda inginkan. Kemudian usahakan kejelasan dalam paragraf ini benar-benar diminati (interest) dan sangat diharapkan (desire) oleh pembaca.
Penyajian kualifikasi diri melihat dari sudut pandang yang mencakup:
a. Pendidikan Pada bagian pendidikan menunjukkan bahwa anda mempunyai latar belakang dalam dunia bisnis yang cukup luas serta bidang tertentu yang cukup luas, kemudian menjelaskan bagaimana pendidikan kita relevan dengan perkerjaan yang anda cari.
b. Pengalaman kerja Berbagai jenis pekerjaan yang anda pernah lakukan terutama yang berhubjngan dengan pekerjaan yang anda lamar, akan membantu memperkuat kualifikasi anda. Dalam hal ini, pelamar perlu menyatakan secara jelasberbagai fungsi atau kegiatan yang dapat plamar lakukan. Atas dasar itu pelamar dapat menunjukkan kepada calon pemberi kerja, bahwa: -Anda memperoleh suatu pengalaman yang dapat membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan -Anda akan dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan baru anda dan bekerja sama dengan mereka -Anda dapat memikul tanggungjawab suatu pekerjaan dengan baik -Anda adalah orang yang mampu bekerja keras.
c. Sikap, minat dan kualitas Disini anda dapat memberikan informasi tambahan bahwa anda dapat bekerja sama dengan orang lain, kemudian sikap anda terhadap bidang pekerjaan, perusahaan, suasana kerja dan kualitas personal (kegiatan ekstra kurikuler dan sebagainya).

3) Paragraf penutup Pada paragraph terakhir dari surat lamaran kerja anda umumnya berisi harapan tindakan dari pembaca atau perusahaan. Jelaskan pada paragraf penutup bahwa anda dapat melakukan wawancara sesuai dengan waktu yang telah disediakan oleh organisasi perusahaan atau lembaga yang dilamar.

Dalam mebuat surat lamaran kerja , kita harus memperhatikan poin-poin yang penting agar surat tersebut baik. Seperti :
1. Surat lamaran harus Impresif.
            Isi surat lamaran kerja hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak      terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah. Intinya tampilkan jati diri kita secara menarik.
2.Surat lamaran harus menarik minat calon atasan.
            Buatlah surat lamaran kerja yg ketika seseorang mulai membacanya, akan          langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita. Ingat      kesan pertama sangatlah penting.
3.Sebutkan kualifikasi yang diraih dalam surat lamaran.
            Contoh prestasi kerja maupun pengalaman yg sukses harus disebutkan, untuk    menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi & pengalaman yg patut       dipertimbangkan. Gunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas dan padat.

4.Pergunakanlah bahasa yg sederhana & ringkas. Kita mempunyai kesempatan lain untuk menjabarkan semua kelebihan dan kualitas diri kita dalam kesempatan  wawancara. Maka dari itu, untuk saat ini buat penjelasan yg singkat tetapi efektif.
5.Perhatikan kalimat dalam surat lamaran.
            Dalam surat lamaran kerja anda hindari penggunaan kalimat yg tidak efektif,       kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan    tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan        yang     berulang-ulang, atau kata sambung secara berulang-ulang, yang             menyebabkan kalimat terasa janggal, bertele-tele persis seperti contoh kalimat           yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan banyak kata sambung ‘yang’            secara berulang-ulang & berlebihan.

6.Surat lamaran kerja berbahasa Indonesia.
            Sebaiknya pergunakan bahasa Indonesia saja. Jika tidak diminta, hindari            penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang     baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran kerja    berbahasa Inggris, yg tentu saja merupakan sebuah nilai lebih bagi kita.

B. BEBERAPA SARAN DALAM MENULIS LAMARAN KERJA
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Pelamar Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan pelamar dalam menulis surat lamaran kerja:
1) Pelamar harus mempunyai pengalaman kerja yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang dikehendaki.
2) Bangkitkan minat pembaca terhadap kualifikasi yang pelamar miliki.
3) Tonjolkan hal-hal positif
 4) Usahakan surat lamaran kerja rapih dan menarik
5) Tulislah surat dari sudut pandang pembaca, bukan penulis
 6) Tekankan hal-hal yang membedakan pelamar dengan pelamar-pelamar lainnya

Hal-Hal yang Harus Pelamar Hindari Berikut ini beberapa hal yang harus dihindari pelamar dalam menulis surat lamaran kerja:
1) Jangan melamar pekerjaan diluar kemapuan si pelamar sendiri
2) Jangan mengirimkan surat lamaran foto copy
3) Jangan mengatakan bahwa anda menerima pekerjaan apa saja
4) Hindari kata-kata bombastis
5) Jangan meminta belas kasihan dari calon pemberi kerja (perusahaan)
6) Hindari untuk mempertanyakan gaji duluan
7) Jangan memberi komentar langsung tentang karakter anda.

========================================================
* Contoh surat lamaran pekerjaan untuk posisi manager pemasaran

Jl. Komando III/56
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan 12920

18 oktober , 2011

Yth;
Bpk. Ardi Sanjaya
Vice-President of Sales
PT. Fastron Electronic
Jl. M.H. Thamrin kav. 12 A
Jakarta Selatan
Dengan hormat,

Bersama surat ini saya ingin mengajukan diri untuk bergabung dengan PT. Fastron Electronic, karena latar belakang dan pengalaman saya dalam mengembangkan departemen pemasaran mungkin akan berguna bagi perusahaan ini.

Seperti yang telah dijelaskan dalam resume terlampir, saya telah berkarir di PT. Bakrie Electric selama 10 tahun, dimulai dari tingkat trainee hingga mencapai jabatan Manajer Pemasaran. Setiap tahun saya selalu sukses melakukan peningkatan jumlah nasabah baru, mengelola nasabah yang sudah ada agar tetap menjadi nasabah yang setia, serta membuka kembali pasar yang sebelumnya telah tertutup.

Sebagai manajer pemasaran, saya bertanggung jawab dalam bidang perekrutan, pelatihan dan penyeliaan atas lebih kurang 120 an staf penjualan di Jakarta, serta bertanggung jawab tarhadap penjualan di wilayah Jawa dan Bali.

Saya menantikan kesempatan untuk bertemu Anda, dimana saya akan menjelaskan potensi dan kemampuan diri saya secara lebih terperinci dan mendalam. Saya bisa dihubungi di 021-7756729.

Hormat saya,



Dhimas Yoedha Pratama








Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,                                                                                       17 oktober 2011,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha

Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Jakarta Timur


Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 16 Oktober 2011. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.
Data singkat saya, seperti berikut ini.

Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Benny Kasmanto
: Bukit Tinggi, 19 Februari 1976
: Sarjana Manajemen Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) - Jakarta
  (Konsentrasi Manajemen Pemasaran)
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi
: 021 - 87914990, 0815 965 5695, benny_kas07@yahoo.co.id
: Menikah
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,



Benny Kasmanto

Contoh surat lamaran kerja : Programmer

Kapada;
Bapak Kepala Bagian Personalia
PT.
Batavia Komputindo
Jl. Mekar Sari 12
Jakarta Barat

Dengan hormat,
Saya sangat tertarik dengan iklan Bapak dalam terbitan harian Media Indonesia terbitan hari Sabtu, 6 Januari 2007 mengenai adanya lowongan untuk jabatan Computer Programmer. Maka, bersama surat ini saya mengajukan diri untuk mengisi lowongan tersebut.
Saya berusia 23 tahun, dan telah menyelesaikan kuliah jurusan Computer Programming di Akademi Komputer (AKAKOM), Jakarta pada bulan September 2006, dengan IPK 3.21. Selain kuliah, selama 1 tahun terakhir saya bekerja sebagai asisten instruktur di Pusat Kursus Komputer ‘Arcadia’, Jakarta.
Untuk keterangan lebih terperinci, bersama ini saya lampirkan juga surat keterangan pengalaman kerja, surat tanda kelulusan sementara dari AKAKOM Jakarta, daftar riwayat hidup singkat, dan foto terbaru saya.
Saya berkeyakinan bahwa surat ini beserta lampirannya belum cukup untuk dijadikan bahan pertimbangan. Oleh karena itu, saya berharap Bapak akan memberikan suatu kesempatan wawancara kepada saya, sehingga dapat diperoleh keterangan mengenai diri saya secara lebih terperinci dan lengkap.

Hormat saya,
Johnny Sunardi

Contoh surat lamaran kerja : Pemasaran

Jl. Karet Belakang 56
Karet Setiabudi
Jakarta 12920

10 Februari, 2005
Kepada;
Bpk. Adang Daradjat
Kepala Divisi Pemasaran
PT.
BAC Indonesia
Jl. Jend. Sudirman kav.26
Jakarta Selatan 12750

Dengan hormat,
Saya berkeyakinan bahwa pengalaman saya selama 5 tahun di bidang pemasaran akan menjadi asset yang berharga untuk PT. BAC Indonesia.
Selama bekerja di PT. General Electronic, saya telah berhasil meningkatkan penjualan produk sebesar 10% hingga 20%, pada 10 pasar yang berbeda, dengan total penjualan sebesar Rp.600 milyar dalam waktu 3 tahun. Saya juga telah berhasil membuka 5 pasar baru yang saat ini telah meraih sukses.
Pada curriculum vitae yang terlampir, bisa dilihat bahwa saya juga berpengalaman dalam bidang pengembangan produk baru, prosedur lisensi, hingga prosedur ekspor impor. Jika Bapak berkenan, mohon ijinkan saya untuk bertemu guna menjelaskan potensi diri saya secara lebih mendalam. Saya bisa dihubungi di (021) 25049902.
Hormat saya,

Dhimas Yoedha Pratama